Indonesia Percepat Produksi Minyak dan Ekspansi Kilang untuk Perkuat Ketahanan Energi

Pemerintah Indonesia bertekad meningkatkan produksi minyak nasional dan membangun kilang dengan kapasitas total satu juta barel per hari di tengah tren penurunan lifting minyak dan gas dalam beberapa tahun terakhir.
Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 1 Maret 2025.
“Kami sedang mengupayakan peningkatan produksi dengan mempercepat eksplorasi guna meningkatkan kapasitas domestik,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, pada Rabu, 12 Maret 2025.
Selain itu, Kementerian ESDM juga akan mempercepat proses tender untuk wilayah kerja minyak dan gas baru. Kilang minyak dengan kapasitas satu juta barel per hari akan dibangun di beberapa lokasi, yaitu Sumatra, Kalimantan, dan wilayah Indonesia Timur.
Pemerintah juga tengah mengonsolidasikan nilai investasi dan jadwal pembangunan kilang tersebut. Satuan Tugas Hilirisasi Nasional dan Ketahanan Energi menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 500 ribu barel per hari (bph) menjadi satu juta bph.
Ketua Satuan Tugas Hilirisasi Nasional dan Ketahanan Energi, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pengadaan fasilitas pengolahan minyak akan dilakukan di 16 lokasi, termasuk Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Sementara itu, terdapat dua perusahaan asal Amerika Serikat dan Tiongkok yang berpotensi menjadi penyedia teknologi untuk proyek ini.
“Nilai investasi proyek ini baru bisa dipastikan setelah presentasi teknologi dilakukan. Setelah itu, kami dapat mengonfirmasi angka pastinya,” ujarnya.