Ribuan Imigran Memenuhi Syarat untuk Sidang Obligasi, DHS Mencabut Kebijakan: Hakim

Seorang hakim federal membatalkan kebijakan Departemen Keamanan Dalam Negeri yang diterapkan pada bulan Juli yang memaksa sebagian besar imigran yang memasuki AS tanpa pemeriksaan untuk ditahan selama proses pemindahan.

Keputusan tersebut dapat menyebabkan pembebasan ribuan imigran dari tahanan wajib.

Pada hari Selasa, Hakim Sunshine Suzanne Sykes di California mengesahkan kelompok yang memberikan keringanan kepada imigran yang “memasuki atau akan memasuki Amerika Serikat tanpa pemeriksaan” dan yang pada awalnya tidak ditahan pada saat kedatangan.

Pada bulan Juli, DHS memperkenalkan kebijakan yang mengharuskan ICE untuk mempertimbangkan imigran yang ditangkap di AS dan dianggap tidak dapat diterima sebagai “pemohon penerimaan”. Kebijakan tersebut menghilangkan kemampuan imigran untuk meminta pembebasan dengan jaminan terlepas dari apakah mereka telah tinggal di Amerika Serikat selama bertahun-tahun atau memiliki catatan kriminal.

Agen Bea Cukai dan Patroli Perbatasan AS menangkap Jacob K. pada 10 Juni 2025 di New York City. Javits berdiri di luar sidang pengadilan imigrasi di gedung federal. Agen federal menangkap imigran selama check-in wajib, ketika ICE meningkatkan penegakan hukum setelah sidang imigrasi. Pemerintahan Trump telah memerintahkan para pejabat untuk menahan 3.000 imigran setiap hari.

Gambar Adam Gray/Getty

Di bawah pemerintahan sebelumnya, beberapa imigran, bahkan mereka yang memasuki negara tersebut tanpa pemeriksaan, dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan jaminan dan oleh karena itu dibebaskan sambil menunggu kasus pengadilan.

Tak lama setelah kebijakan baru diumumkan, pembela hak-hak imigran mengajukan gugatan class action atas nama empat pria yang ditahan di pusat penahanan ICE di California yang tidak diberikan pertimbangan untuk mendapatkan jaminan.

Pada tanggal 28 Juli, Hakim Sykes mengeluarkan perintah penahanan sementara yang melarang pemerintahan Trump untuk terus menahan empat pemohon yang disebutkan namanya. Pengacara individu tersebut kemudian bergerak untuk mencari keringanan class action bagi orang-orang yang tunduk pada kebijakan ICE.

“Siapa pun di negara ini yang sedang dalam proses pemindahan dan ditolak pemeriksaan jaminannya karena mereka masuk tanpa pemeriksaan atau penerimaan terlebih dahulu, mereka sekarang bisa mendapatkan jaminan seperti yang mereka dapatkan selama 30 tahun terakhir,” Matt Adams, pengacara utama kasus ini, mengatakan.

Source link

Imam Santoso
Imam Santoso

Imam Santoso adalah reporter berita di Rapormerah, yang berspesialisasi dalam berita terkini dan liputan mendalam berbagai peristiwa nasional dan internasional. Dengan latar belakang jurnalisme investigasi yang kuat, Imam Santoso berkomitmen untuk menyajikan laporan berimbang dan berbasis fakta yang informatif dan menarik bagi pembaca.

Articles: 8163