Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124


Kamis, 4 Desember 2025 – 14:57 WIB
Jakarta – Pesan Ulama Karismatik KH Bahauddin Noor Salim Gus Baha Tentang pentingnya kepedulian Alam Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau seruan pertobatan lingkungan kembali viral. Amin paman.
Cac Imin mengimbau pentingnya pertobatan lingkungan sebagai sikap moral kolektif untuk menghentikan laju kerusakan lingkungan akibat bencana. banjir apa yang terjadi, acheh Sumatra Sumatera Utara dan Barat.
Sementara itu, Gus Baha sudah berkali-kali mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga alam.
Dalam video berdurasi 2 menit 30 detik yang kembali viral di media sosial, Gus Baha menjelaskan ayat Alquran yang memperingatkan masyarakat agar tidak sombong dan merusak dunia.
Video yang diunggah akun Instagram nahdliyyinbersatu tersebut langsung menjadi rujukan banyak pihak mengingat relevansinya dengan situasi Indonesia saat ini.
Baca selengkapnya:
DPR menilai banjir dan tanah longsor di Sumatera sudah masuk kriteria bencana nasional
Dalam video tersebut Gus Baha menjelaskan pesan dahsyat dalam surat al-Mulk (Tabarak) ayat 17 yang mengingatkan masyarakat akan bahaya besar akibat kerusakan alam.
“Mengapa surat Tabarak itu istimewa? Di dalamnya manusia diingatkan oleh Allah Ta’ala. Bagaimana hidup damai di bumi, bumi bisa runtuh. Tamur itu cair, bumi beriak, berguncang, lalu jatuh menimpa manusia,” kata Gus Baha dalam video yang dikutip Kamis, 4 Desember 2025.
Ia juga memperingatkan kemungkinan terjadinya bencana lain, seperti benda langit yang bisa jatuh ke bumi dan bagaimana daratan bisa kehilangan kemampuannya dalam menyerap air akibat ulah manusia. Gus Baha mengatakan, semua ini menunjukkan betapa pentingnya masyarakat untuk berhati-hati dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Jadi saya senang kalau ada gerakan penyelamatan dunia. Ulama bilang, Takhallaku bi akhlakillah – bertindak sesuai akhlak Allah, imbuhnya.
Selanjutnya Gus Baha mengutip ayat lain tentang sifat orang yang merusak lingkungan hidup:
“Allah mengkritik orang yang jahat dan tidak bik. Firman-nia: Dan ketika dia mengambil alih, dia mencoba di seluruh negeri untuk merusak dan menghancurkan tanaman dan keturunan di sana, dan Allah tidak menyukai korupsi.
Seruan kolektif individu baik dari unsur politik maupun agama menekankan bahwa pertobatan terhadap lingkungan bukan sekadar slogan agama, melainkan seruan moral untuk mengubah cara pandang kita terhadap alam.
Halaman selanjutnya
Di tengah semakin seringnya terjadi bencana, kesadaran lingkungan menjadi agenda mendesak bagi seluruh masyarakat Indonesia.