Inovasi bukan sekedar keharusan, tapi harus menjadi budaya

Rabu, 26 November 2025 – 17:52 WIB

Jakarta – Sekretaris Jenderal DPD RI Mohammad Iqbal menegaskan hal tersebut inovasi Tidak boleh berhenti hanya sekedar kegiatan formal atau proyek jangka pendek di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI, namun harus menjadi budaya kerja yang melekat dan berkelanjutan.

Baca selengkapnya:

Indeks Mutu Kebijakan 2025 Melampaui Target Nasional, Jadi Pendorongnya

Hal itu disampaikan Iqbal saat meresmikan Pekan Inovasi Sekretariat Jenderal DPD RI Tahun 2025 yang dilaksanakan pada Rabu 26 November 2025 di lobi Gedung DPD RI, Jakarta.

Iqbal meyakini inovasi merupakan kebutuhan mutlak dalam dinamika perubahan yang cepat, terutama untuk menumbuhkan birokrasi yang adaptif dan profesional. Menurutnya, organisasi yang tidak melakukan inovasi akan kehilangan relevansi dan daya saing.

Baca selengkapnya:

Jaringan Inovasi BTN untuk Memperkuat Ekosistem Perumahan dari Akar Rumput

“Inovasi bukan hanya sebuah keharusan, tapi harus menjadi budaya di DPD RI. Jangan berhenti sebagai proyek mercusuar yang berakhir lalu hilang. Inovasi harus berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi organisasi,” kata Iqbal.

Ia juga menegaskan, inovasi tidak boleh bergantung pada individu tertentu, melainkan harus dikembangkan secara sistematis agar dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.

Baca selengkapnya:

Diterbitkan! Alasan ASN tak pindah ke IKN rupanya karena alasan tersebut

“Inovasi harus diciptakan oleh sistem, bukan oleh individu. Kalau hanya mengandalkan statistik, ketika personel berganti maka inovasi berhenti,” ujarnya.

Ia meminta agar setiap inovasi yang muncul pada Pekan Inovasi dapat diintegrasikan dalam rencana kerja, anggaran, dan penilaian kinerja organisasi, termasuk penyusunan anggaran tahun 2026.

Peran kepemimpinan dalam mempertahankan keberlanjutan

Iqbal menekankan peran strategis pimpinan unit kerja dalam menjamin keberlanjutan inovasi. Dia meminta para kepala biro, kepala pusat, dan pejabat struktural lainnya mengakomodasi, mendukung, dan mengapresiasi para inovator.

“Pemimpin harus hadir dan memberikan dukungan konkrit. Tanpa komitmen kepemimpinan, inovasi tidak akan berkembang dan hanya menjadi formalitas,” ujarnya.

Kepada Pegawai Negeri Sipil (ASN), khususnya kepada generasi muda di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI, Iqbal menyarankan agar inovasi bersifat kolaboratif dan berorientasi pada solusi.

“Kalau mau melangkah jauh, kita harus berjalan bersama-sama. Inovasi tidak bisa dilakukan sendirian. Kolaborasi dan profesionalisme adalah kuncinya,” ujarnya.

Selain profesionalisme, menurut Iqbal, ASN juga membutuhkan kreativitas dan keberanian untuk melakukan perubahan dalam menghadapi tantangan birokrasi.

Halaman berikutnya

Diakhir sambutannya, Iqbal meresmikan Pekan Inovasi 2025 Sekretariat Jenderal DPD RI dan berharap kegiatan ini dapat melahirkan inovasi-inovasi yang tidak hanya kreatif namun juga berdampak langsung pada peningkatan kinerja lembaga yang menjadi momentum penguatan budaya inovasi.



Source link

Imam Santoso
Imam Santoso

Imam Santoso adalah reporter berita di Rapormerah, yang berspesialisasi dalam berita terkini dan liputan mendalam berbagai peristiwa nasional dan internasional. Dengan latar belakang jurnalisme investigasi yang kuat, Imam Santoso berkomitmen untuk menyajikan laporan berimbang dan berbasis fakta yang informatif dan menarik bagi pembaca.

Articles: 8618