Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124


Kamis, 4 Desember 2025 – 05:30 WIB
Jakarta – buronan Baru-baru ini ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional InterpolBNN) RI yaitu Paryatin alias Dewi Astutikbersama rakyat Saat mencambuk Kamboja. Jadi, siapa pria itu?
Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata pria tersebut tidak ada di sana Freddie PratamaGembong narkoba kelas kakap yang dikenal masyarakat Indonesia dengan sebutan Dewey Hingga saat ini, Freddie masih menjadi buronan narkoba yang sulit ditangkap.
Nah, ternyata cowok itu adalah kekasih Devi. Hal itu dibenarkan Kepala BNN Kompol Suyudi Ario Seto.
Baca selengkapnya:
TNI merilis informasi adanya klaim masyarakat yang dimintai uang Rp 2 juta saat meminjam mobil Kodim untuk mengantarkan bantuan ke Sumut.
Terduga pacarnya adalah Pariatin alias Dewi Astuk, katanya, Kamis, 4 Desember 2025.
Jaya, mantan direktur investigasi kriminal umum Polda Metro, menambahkan, pria tersebut sedang diperiksa oleh polisi Kamboja. Berdasarkan informasi awal yang diterima dari kepolisian Kamboja, pria tersebut bukan warga negara Indonesia, melainkan warga negara Pakistan. Nama pria tersebut biasa disapa Abdul Halim.
Baca selengkapnya:
Peran Dewi Astutik alias Pariatin ternyata mengerikan, seorang operator kurir narkoba lintas benua dan DPO Korea Selatan.
“Orang yang bernama Abdul Halim telah diakui sebagai warga negara Pakistan,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, BNN RI sedang menyelidiki rekan pria Dewi Astutik yang ditangkap di Kamboja karena memperdagangkan dua ton sabu.
“Kami menangkap Saudara DA tanpa perlawanan dan sangat kooperatif dan yang bersangkutan saat ini masih diperiksa,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Komjen Paul Suyudi Ario Seto di Tangerang, Selasa.
Dalam kasus ini, Suyudi tidak membeberkan identitas pria yang ditangkap dalam operasi penangkapan buronan internasional di kawasan Sihanoukville, Kamboja barat.
Sekadar informasi, BNN berhasil menangkap buronan Interpol Devi Astutik alias PA di Kamboja pada Senin, 1 Desember 2025.
Penangkapan tersebut menandai berakhirnya perburuan panjang terhadap seorang perempuan Indonesia yang menjadi buronan internasional Interpol dan buronan Korea Selatan. Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkapkan, penangkapan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui serangkaian langkah strategis yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari.
“BNN telah mendapat informasi intelijen mengenai lokasi sasaran di wilayah Phnom Penh Kamboja,” seperti dikutip Komjen Suuyudi pada Rabu, 3 Desember 2025.
Halaman selanjutnya
Informasi tersebut diterima pada 17 November 2025 sehingga langsung membuat tim BNN melakukan investigasi lebih lanjut. Menanggapi laporan tersebut, Komjen Suyudi segera membentuk tim untuk melakukan perjalanan ke Kamboja pada 25 November 2025.