Bantuan darurat telah didistribusikan ke desa-desa terpencil di Aceh, dan jalan rusak menjadi tantangan utama

Selasa, 2 Desember 2025 – 18:17 WIB

Birun, viva – Upaya penanganan pascabanjir bandang di Kabupaten Biruen terus dilakukan. Relawan berpindah dari satu titik ke titik lain, terutama di desa-desa yang aksesnya dibatasi.

Baca selengkapnya:

Banjir Bandang menarik kayu, BareScream memulai penyelidikan atas dugaan pembalakan liar

Satu pihak sedang mengintensifkannya Distribusi membantu adalah psi AcehMereka yang langsung mendistribusikan logistik ke daerah terdampak sejak hari pertama.

Ketua DPW PSI Aceh Zulkarnaini Sayeh Joel mengatakan bantuan darurat segera disalurkan ke dapur umum di desa-desa yang paling parah terkena dampak.

Baca selengkapnya:

Pemerintah telah mendirikan tempat penampungan sementara bagi korban banjir di Aceh-Sumatera menyusul tanggap darurat

“Hari pertama, Senin 1 Desember 2025, relawan PSI Aceh menyalurkan bantuan berupa beras, minyak goreng, mineral, indomie, dan sarden ke 8 dapur umum di desa yang paling terdampak. banjir Bahkan ada yang terisolasi. “Ada delapan dapur umum yang tersebar di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Panjang, Kecamatan Pyusangan, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Biruen,” ujarnya saat dihubungi, Selasa, 2 Desember 2025.

Zulkarnaini pada tahap pendampingan selanjutnya sampai di posko utama Menasah Gadong di Desa Pulo Ara sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca selengkapnya:

Kemunculan sungai Ombilin yang viral usai hujan lebat seperti di Swiss

“Bantuan yang diterima berupa komoditas berupa beras, roti, susu, dan air mineral,” ujarnya.

Hanya dalam waktu satu jam, seluruh bantuan langsung disalurkan kepada anak-anak yang ditampung di Masjid Agung Sultan Zempa.

“Kami serahkan kepada anak-anak dari keluarga di Kabupaten Benar Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah, mereka terpaksa pindah karena jalan utama menuju kawasan itu terputus total akibat ambruknya jembatan di sekitar Desa Juli,” ujarnya.

Menurut Zulkarnaini, medan yang sulit menjadi tantangan terbesar dalam penyaluran bantuan.

“Masalah pendistribusiannya, jalan yang kita lalui, ada jembatan putus yang menghubungkan desa dan kelurahan, sehingga perlu opsi lain yang bisa mencapai titik bantuan,” ujarnya.

Selain bahan makanan Pada dasarnya warga kini sangat membutuhkan obat-obatan dan peralatan untuk ibu dan bayi.

“Khususnya yang memiliki anak balita, sangat membutuhkan kebutuhan bayi seperti susu, popok, atau bubur bayi,” ujarnya.

Zulkarnaini menambahkan, kebutuhan mendesak lainnya adalah pakaian bersih dan alat berat untuk membuka akses ke desa-desa.

Oleh karena itu, diperlukan dukungan semua pihak untuk segera membersihkan jalan desa yang terdampak banjir, ujarnya.

Halaman berikutnya

Untuk saat ini, para relawan masih memprioritaskan penyaluran bantuan sekaligus mempersiapkan warga untuk bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan sekitar.



Source link

Imam Santoso
Imam Santoso

Imam Santoso adalah reporter berita di Rapormerah, yang berspesialisasi dalam berita terkini dan liputan mendalam berbagai peristiwa nasional dan internasional. Dengan latar belakang jurnalisme investigasi yang kuat, Imam Santoso berkomitmen untuk menyajikan laporan berimbang dan berbasis fakta yang informatif dan menarik bagi pembaca.

Articles: 8149